Proses Produksi Asam Asetat Glasial
Proses produksi asam asetat glasial dapat dibagi menjadi beberapa langkah berikut:
Persiapan Bahan Baku: Bahan baku utama untuk asam asetat glasial adalah etanol dan zat pengoksidasi. Etanol biasanya diperoleh melalui fermentasi atau sintesis kimia, sedangkan zat pengoksidasi umumnya adalah oksigen atau hidrogen peroksida.
Reaksi Oksidasi: Etanol dan zat pengoksidasi dimasukkan ke dalam wadah reaksi, di mana reaksi oksidasi dilakukan di bawah suhu dan tekanan yang terkontrol. Reaksi ini biasanya terjadi dengan adanya katalis asam, yang pertama-tama mengoksidasi etanol menjadi asetaldehida dan kemudian mengoksidasinya lebih lanjut menjadi asam asetat.
Konversi Asam Asetat: Asetaldehida diubah secara katalitik menjadi asam asetat. Katalis kunci dalam langkah ini adalah bakteri asam asetat. Melalui kontak dengan bakteri ini, asetaldehida dioksidasi menjadi asam asetat, sementara karbon dioksida dan air juga dihasilkan sebagai produk sampingan.
Pemurnian Asam Asetat: Campuran asam asetat yang dihasilkan kemudian menjalani pemurnian lebih lanjut. Metode pemurnian meliputi distilasi dan kristalisasi. Distilasi melibatkan pemisahan asam asetat dari campuran dengan mengontrol suhu dan tekanan, menghasilkan asam asetat dengan kemurnian lebih tinggi. Metode kristalisasi, di sisi lain, melibatkan penambahan pelarut tertentu untuk menyebabkan asam asetat mengkristal menjadi kristal asam asetat murni.
Pengemasan dan Penyimpanan: Asam asetat yang telah dimurnikan dikemas, biasanya dalam wadah plastik atau botol kaca. Asam asetat yang telah dikemas kemudian disimpan di tempat yang sejuk dan kering.
Melalui langkah-langkah ini, asam asetat glasial dapat diproduksi. Penting untuk mengontrol suhu reaksi, tekanan, dan konsentrasi berbagai katalis sepanjang seluruh proses produksi untuk memastikan kelancaran reaksi dan kualitas produk yang stabil.
Waktu posting: 21 Agustus 2025
